BORNEONEWS, Semarang – Saat prosesi lamaran, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang duduk diapit oleh ayah dan kakak kandung dalam tiga kursi, tidak langsung bertemu Yulistra Ivo Azhari.
Meskipun tempat duduk yang disediakan tuan rumah juga tiga, tetapi satu kursi dibiarkan kosong. calon istrinya itu baru keluar setelah beberapa sesi dilangsungkan.
Yaitu prosesi penyambutan oleh kedua orangtua Yulistra Ivo Azhari, Tri Tugiyanto dan Listyo Handayani, lalu pemberian air putih kepada calon mempelai pria, baru kemudian Ivo dipanggil keluar dari balik kamar rumahnya.
Ia mengenakan gaun berwarna biru gelap berbalut hijab, keluar didahului dua pengiring yang membawa masing-masing setangkai bunga mawar.
Ivo kemudian menuju tempat duduk kosong di antara kedua orangtuanya yang berdiri menyambutnya.
Setelah duduk, giliran berikutnya wakil dari setiap keluarga menyampaikan maksud dan tujuan dari acara lamaran tersebut dilanjutkan perkenalan keluarga. (ROZIQIN/B-5)








