BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara, Windu Subagio, mengatakan angka anak tidak sekolah di Sukamara cukup tinggi. Hal itu jika dilihat perbandingan dengan daerah lain di Kalimantan Tengah. 

"Tingkah anak usia sekolah yang tidak sekolah di Kabupaten Sukamara termasuk paling tinggi," kata Windu Subagio, Sabtu (6/1/2018).

Menurut Windu, hal tersebut mejadi sebuah ancaman yang harus segera ditangani. Dan peran pemkab untuk menekannya agar tidak terus bertambah. "Saya sudah meminta agar hal ini segera dirapatkan dengan melibatkan dinas terkait," terang Windu.

Windu menjelaskan, tingginya anak tidak bersekolah disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena bekerja lebih menghasilkan uang, sehingga keinginan bersekolah menjadi hilang.

"Ada juga penyebab lain. Seperti laporan sebelumnya, ada anak SMP yang tidak melanjutkan SMA karena tidak memiliki kendaraan untuk pergi ke sekolah yang jaraknya cukup jauh, dan ayahnya juga baru meninggal. Untungnya sekarang sudah ditangani. Pihak sekolah mau menerima meskipun anaknya sudah terlambat," pungkas Windu Subagio. (NORHASANAH/B-11)