BORNEONEWS, Sampit - Jumlah rumah warga di Desa Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang terendam banjir mencapai 82 buah.

Informasi itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sutoyo mewakili Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Minggu (7/1/2018).

Menurut dia, hingga saat ini air masih menggenang dengan ketinggian sekitar 50 centimeter hingga 70 cm. "Ada 82 rumah yang terendam di empat RT dusun itu," ujar Sutoyo.

Banjir yang melanda dusun tersebut terjadi sejak Sabtu (6/1/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir disebabkan hujan deras yang melanda sejak pukul 04.00 dini hari hingga pukul 12.00.

Sementara itu, untuk rumah yang tergenang hingga ke dalam ada 35 buah, yakni di RT 01, 03, dan 04. Di mana air masuk ke dalam rumah dengan ketinggian sekitar 20 cm hingga 30 cm. Sedangkan yang digenangi banjir tapi tidak sampai masuk ke dalam rumahnya sebanyak 47 buah.

"Saat ini kami masih melakukan persiapan untuk mendatangi lokasi tersebut. Logistik dan juga sejumlah peralatan juga akan disiapkan untuk membantu masyarakat di daerah yang dilanda banjir," kata Sutoyo.

Saat ini ketinggian banjir sudah mulai berangsur turun, namun sangat lambat. Sehingga warga sekitar berharap hujan tidak turun lagi agar banjir bisa cepat turun dan mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)