BORNEONEWS, Sampit - Panjang ruas jalan yang terendam banjir di Desa Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu mencapai 1,130 kilo meter (km). Kondisi ini membuat aktivitas warga sekitar terlambat, dan tidak dapat menggunakan kendaraannya untuk melintasi jalan tersebut.
"Jalan di desa tersebut tidak dapat digunakan, karena terendam banjir hingga panjangnya mencapai 1.130 meter," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sutoyo, Minggu (7/1/2018).
Ketinggian banjir dari jalan tersebut yakni mencapai 50 cm hingga 70 cm. Sedangkan rumah yang terendam mencapai 82 buah.
Sejauh ini aktivitas darat di jalan terhambat, karena jalan tidak dapat dilintasi baik dengan jalan kaki, maupun kendaraan bermotor dan juga sepeda pancal.
"Kebanyakan warga menggunakan perahu kecil untuk bepergian ke dataran yang lebih tinggi," kata Sutoyo.
Sedangkan warga hingga saat ini belum diketahui apakah ada yang mengungsi atau tidak. BPBD masih melakukan pendataan di tempat kejadian tersebut.
Banjir melanda daerah tersebut terjadi sejak Sabtu (6/1/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. Ini terjadi karena hujan deras yang melanda sejak pukul 04.00 WIB dini hari hingga pukul 12.00 WIB. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








