BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan aktivitas truk muat Galian C yang berdampak terhadap kerusakan jalan desa tersebut menuju ke jalan provinsi yakni Jalan Tjilik Riwut. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga dan pelajar jadi terganggu dan menjadi korbannya.

Tokoh warga di sana Anton Al Sudani menyebutkan, jalan tersebut saat ini jadi kubangan lumpur terutama saat musim hujan seperti sekarang ini, karena dipaksakan oleh truk yang mengangkut Galian C dari Desa Keruing, Kecamatan Cempaga Hulu menuju ke jalur provinsi.

Akibatnya yang menjadi korban warga desa setempat. Padahal itu akses yang diandalkan masyarakat selama ini dari desa mereka baik itu untuk menuju ke kota, menuju jalan Tjilik Riwut atau Jalan Provinsi maupun menuju ibu kota kecamatan.

"Yang jadi korban tidak hanya masyarakat yang beraktivitas sehari-hari saja, yang kasihan itu para pelajar sehari-hari melewati jalan tersebut," kata Anton dengan nada kesal, Senin (8/1/2018).

Anton menyesalkan pihak pemilik Galian C yang seakan-akan tutup mata. Padahal selama ini yang merawat jalan tersebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten.

Sementara usaha Galian C hanya bisa melewatinya saja, tanpa memperhatikan kondisi jalan.

"Kita tidak masalah mereka melintas di situ, karena itu memang jalan umum, tapi diperhatikan, musim hujan seperti ini setop aktivitas, ini dipaksakan, kalau terus seperti ini kami portal nanti jalan itu biar tidak bisa dilewati lagi," tegasnya.

Untuk menghindari kekesalan masyarakat Anton meminta pihak terkait, baik itu pihak Kecamatan, Dinas PUPR yang selama ini merawat jalan itu maupun lembaga DPRD turun tangan. "Mereka yang punya wewenang tolong tegur, kapan perlu hentikan aktivitasnya kalau hanya merusak saja, jangan sampai masyarakat ambil tindakan," tegas tokoh pemuda di Kotim ini. (NACO/B-5)