BORNEONEWS, Palangka Raya - Prihatin atas minimnya sumber bacaan di kampung halamannya mengetuk hati Antonius Putu Tuah. Hingga akhirnya sarjana pendidikan ini mendirikan rumah baca di kampung halamannya.

Putera asli Katingan ini merasa prihatin melihat ketertinggalan desa kelahirannya di Desa Tumbang Kaburai, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Keprihatinan ini tidak hanya diucapkan Antonius sebatas kata-kata tetapi dibuktikan dengan aksi nyata dengan mendirikan rumah baca tersebut. "Banyak sebenarnya alasan yang melatarbelakangi tekad saya mendirikan taman baca ini. Yang pasti saya sebagai putra asal kampung desa tumbang kaburai tergerak hati untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak agar berminat untuk bersekolah," kata Antonius kepada Borneonews, Senin (8/1/2018) malam.

Aksi Antonius ini memang terbilang nekad. Dirinya yang baru saja lulus dari bangku perkuliahan di Universitas Palangka Raya dengan keteguhan kembali lagi ke desanya untuk membangun kampung halamannya. Melalui taman baca Pintar Hayak Harati ia membaktikan dirinya bagi kampung halamannya.

"Ya kalau pekerjaan di kota pasti banyak tapi yang mau membangun kampung halaman tidak banyak. Saya hanya mau kampung saya maju dan anak-anak di sini memiliki pandangan terbuka tentang pendidikan seperti saya yang mampu sekolah hingga kuliah," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)