JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Togar Sitanggang, menyatakan penundaan realisasi kebijakan mandatori biodiesel sebesar 30% (B30) bisa menekan harga minyak sawit mentah (CPO).

"Dampaknya bisa ke harga CPO juga nantinya," kata Togar di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Serapan biodiesel di dalam negeri, menurut Togar, sudah semakin menurun. Pada Oktober 2017 contohnya, serapan biodiesel tercatat menurun sekitar 4% atau hanya sebanyak 216.000 ton.

"Pada September 2017 tercatat mencapai 225.000 ton serapannya. Semakin lama turun terus. Kalau mandatori tidak segera dilakukan maka serapan domestik akan semakin berkurang," papar dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan saat ini kajian biodiesel 30% akan memasuki uji awal di lapangan.

--page

"Kajiannya sudah selesai, namun demikian ada tes lapangan juga ini sekarang sedang persiapkan di lapangannya, akan dicoba pada transportasi darat selain kereta api," ujarnya.

Arcandra menambahkan, butuh waktu dalam masa peralihan dari B20 menuju B30.

"Uji coba terus dilakukan agar ke depannya penerapan B30 pada transportasi darat tidak menemui kendala," tutur Arcandra. (NEDELYA RAMADHANI/m)