SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Awal  2018, kinerja DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur tampak membaik. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan di lembaga yang  tidak pernah kosong. Setiap hari di DPRD selalu digelar kegiatan dalam rangka menyelesaikan persoalan masyarakat.

Catatan dalam dua pekan terakhir, DPRD sudah melakukan beberapa  rapat dengar pendapat. Semuanya merupakan pelayanan kepada masyarakat dan penyelesaikan beberapa persoalan yang dianggap perlu duduk bersama dengan pihak terkait.

"Dalam awal tahun ini kami sudah beberapa kali menggelar rapat dengar pendapat mulai dari persoalan rumah sakit, SPBU, elpiji, dan rencananya dalam waktu dekat akan dibahas untuk kisruh di PT BSK (Wilmar Group) yang beberapa waktu lalu terjadi penembakan oleh aparat," kata Wakil Ketua DPRD Kotim, Supriadi MT, Selasa (9/1/2018).

Supriadi menyebutkan, setiap hari pihaknya selalu menrima aduan persoalan, baik itu persoalan dengan perusahaan. Meski begitu pihaknya tetap menyeleksi semua laporan dan aduan yang masuk. 

"Pada prinsipnya kami sangat terbuka dengan laporan dari masyarakat  terlebih lagi persoalan  terkait dengan kebijakan pemerintah daerah. Seperti halnya soal pungutan di bidang apapun. Mulai dari pendidikan, surat menyurat di pemerintahan desa dan lain sebagainya," jelas dia.

--page


Mereka mencoba untuk mengoptimalisasi fungsi pengawasan kepada pelaksanaan roda pemerintahan, karena DPRD diberikan 3 tugas yakni  anggaran, pengawasan dan pembuatan produk hukum (legislasi). 

Selain menggelar RDP sejak awal tahun badan pembuatan peraturan daerah (Bapemperda) juga membahas rancangan peraturan daerah tentang retribusi dan pajak daerah. (NACO/B-11)