SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Peran perangkat lingkungan seperti RT atau RW harus dioptimalkan, selain peran sekolah dan para orangtua, dalam mengatasi permasalahan geng pelajar dan kenakalan remaja yang belakangan ini ramai terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pemerhati sosial di Kotim, Hildawati, menyayangkan para pelajar berperilaku seperti itu. Seharusnya sebagai seorang pelajar kewajibannya adalah belajar dan menuntut ilmu agar berguna bagi bangsa dan negara.

"Peran orangtua sangat dibutuhkan dalam hal ini untuk lebih mengawasi putra dan putrinya," kata Hildawati, Rabu (10/1/2018).

Tidak hanya itu, pergaulan di lingkungan juga perlu diperhatikan, misalnya dengan siapa mereka bergaul agar jangan sampai salah, yang justru mereka yang awalnya baik justru berubah akibat lingkungan yang lemah dari pengawasan para orangtua.

"Peran RT dan RW juga sangat penting jika dapat laporan dari masyarakat ada tempat yang selalu digunakan untuk kegiatan-kegiatan negatif agar segera dibubarkan, sehingga tidak meluas," tukasnya.

Keberadaan penyakit masyarakat semacam itu menurutnya jangan sampai dibiarkan, semua pihak harus berperan aktif, agar tidak ada yang menjadi korban nantinya. "Karena ini merupakan titik awal yang dapat mematik munculnya masalah besar," pesan dia.

Hildawati juga mendukung, aparat bertindak dengan cepat, bahkan menurutnya sejumlah geng yang mereka bentuk apalagi dengan membawa-bawa nama suku itu agar dibubarkan, arahkan mereka kepada kegiatan-kegiatan positif, misalnya ikut bergabung dalam organisasi kepemudaan agar bisa terarah.(NACO/B-5)