MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Barito Utara melakukan pertemuan terkait sosialisasi Kurikulum 2013 (K13) kepada wali murid siswa kelas 1, 2 dan 3, di halaman MIN 1 Barito Utara..

Kepala Sekolah MIN 1 Barito Utara, Sabariah Selasa (9/1/2018) kepada Borneon News mengatakan sosialisasi kurikulum 2013 (K13) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa K13 adalah pendidikan berbasis karakter. 

Ini adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk menggantikan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

“Disini kita sedikit akan menyampaikan jenjang pendidikan pemerintah yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2013/2014 lalu, akan tetapi kita di MIN 1 Barito Utara masih belum menerapkannya,” kata Sabariah.

Dirinya juga mengharapkan, uji coba kurikulum 2013 di MIN 1 Barito Utara ini dapat berlangsung dan menyesuaikan dengan yang sudah dilaksanakan yaitu pembelajaran menggunakan K13. Dari Kementerian Agama sejak dua tahun lalu sudah ada SK nya untuk melaksanakan K13.

--page

Ia mengatakan, dalam pembelajaran K13 ini sudah diterapkan dijenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. “Dan Alhamdulillah pada tahun 2018 dan hari ini di MIN 1 Barito Utara kita laksanakan musyawarah terkait pembelajaran tematik ini yang menggunakan tema. Dalam satu tahun kita menggunakan 8 (delapan) tema” ungkapnya.

Ia juga mengatakan kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi.

Perubahan kurikulum di dunia pendidikan itu diharapkan dapat mengubah pola pikir anak kepada yang lebih baik dalam menimba ilmu pengetahuan. Kurikulum tersebut juga diharapkan menelurkan anak didik yang memiliki kompetensi masa depan.

Sementara Ketua Komite MIN 1 Barito Utara, Rety Anggreani menjelaskan bahwa dalam kurikulum 2013 ini anak didik tidak lagi menggunakan berbagai macam buku paket. Anak didik cuma membawa satu buku dalam mengikuti pembelajaran sehari-hari hingga selesai. Karena buku ini merupakan buku tematik (umum).

“Dibuku ini ada beberapa tema, yaitu tema 1, 2, 3, dan 4 untuk semester I. Sedangkan untuk semester II menggunakan tema 5, 6, 7 dan 8” jelasnya.(RAMADHANI/m)