PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasangan Fairid Naparin-Umi Mastikah datang di Tugu Soekarano, Palangka Raya, langsung disambut kesenian Hadrah khas Banjar.

Keduanya memakai seragam putih-putih dan berdesain mirip baju Presiden Soekarno kala berpidato.

Fairid-Umi pun disambut kader yang menunggunya sedari 08.00 pagi. Pasangan yang diusung mepat parpol dan dua parpol pendukung ini akan melakukan deklarasi pencalonannya pada Pilkada Kota Palangka Raya 2018.

Penari adat khas banjar ini pun mengiringi langkah Fairid-Umi menuju tenda persis depan tugu yang menandai dibangunnya Kota Palangka Raya sebagai Ibukota Kalteng pada 1950-an itu.

Sebelumnya, tarian adat Jawa mengawali seremoni pembuka untuk deklarasi bagi pasangan yang mengusung jargon 'Kesetaraan, Kerukunan, dan Kemajuan' ini.

Fairid kelahiran Banjarmasin pada Agustus 1985 sedangkan Umi, adalah kelahiran Pati, Jawa Tengah pada November 1975.

Lantunan selawat Badar dikumandangkan saat Fairid-Umi menjauh dari mobil yang mengantar.

Setelahnya, para kader partai pengusung meneriakkan yel yel Fairid-Umi menang, saat keduanya duduk di barisan pertama dibawah tenda menghadap Tugu Soekarno. (ROZIQIN/B-5)