PANGKALAN BUN TOPIK –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski sempat terpuruk akibat masalah rumah tangga, saat sang suami direbut oleh perebut laki orang atau yang terkenal dengan istilah pelakor, Lia Puji Listiyani (27 tahun) tidak mau tenggelam terlalu lama dalam kesedihannya.

Berkat dorongan rekan-rekannya sesama anggota Forum Silaturahmi Usaha Kecil Mikro Menengah (Forsi) Kotawaringin Barat (Kobar), ibu dua anak perempuan yang tinggal di Jalan Singamaruta RT 06 Kelurahan Sidorejo Pangkalan Bun ini memilih untuk membuka warung makan di Jalan Alipandi Sarjen pertigaan SMA 1 Pangkalan Bun dengan menu unik yaitu Ayam Pelakor.

"Memang awalnya saya sempat terpuruk akibat masalah rumah tangga itu. Bagaimana tidak, rumah tangga yang 7 tahun dibina ternyata hancur berantakan. Namun untunglah banyak teman-teman yang baik dan membantu saya untuk membuka warung makan ini agar move on dari permasalahan itu," ujar perenpuan yang dikenal dengan sapaan Lia Liyuxs ini pada Borneonews, Rabu (10/1/2018).

Ia bahkan mengaku sempat ragu untuk menyetujui usulan teman-temannya untuk membuka warung makan ini lantaran ketiadaan modal. "Namun teman -teman malah antusias mendorong saya. Bahkan ada yang memberikan modal Rp5 juta. Selain itu kipas angin, kompor dan beberapa peralatan lain di warung ini dibantu oleh teman-teman saya," ujarnya perempuan yang selama ini dikenal berbisnis kuliner secara online.

Menurutnya, nama menu ayam pelakor juga diberikan oleh teman-temannya. "Mendengar usulan nama menu yang unik tersebut, saya dan beberapa teman langsung tertarik. Menu ayam pelakor ini sebenarnya ayam geprek. Namun ada keistimewaannya yaitu level pedasnya bisa dipesan sesuai selera. Ada empat level pedas yang biasa kami sebut sebagai stadium pedas," ujarnya.

Bukan hanya itu saja, lanjutnya, menu dengan nama unik lainnya juga tersedia di warung miliknua.  "Diantaranya adalah Tumini yaitu tumpeng mini dan dan ayam james atau ayam janda gemes," ujarnya sambil tertawa.

Menurut dia, dengan menu bernama unik ini, selain bisa menarik perhatian para pembeli yang mungkin tertarik lantaran lucu, juga sebagai pengingat pada para pelakor agar tidak semena-mena merusak rumah tangga orang lain.

"Saat saya posting di medsos ternyata menu ini menarik perhatian netizen. Tidak lama setelah saya posting jumlah netizen Pangkalan Bun dan sekitarnya yang memberikan like lebih dari 700 orang. Sejak buka sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, dari 100 porsi yang disiapkan sudah hampir ludes dibeli penikmat kuliner," ujar dia.

Mengenai masalah harga, ia mengaku masih tergolong murah meriah. "Agar tidak memberatkan kantong pembeli, satu porsi ayam pelakor bisa dinikmati dengan harga Rp12 ribu saja," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-8)