BORNEONEWS, Sampit - Banjir di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin meluas. Dimana saat ini sedikitnya ada lima desa yang terendam banjir tersebut dengan ketinggian rata-rata 50 centimeter.
Berdasarkan foto yang didapat dari komunitas drone, menggambarkan parahnya banjir di salah satu desa Kecamatan Parenggean. Hanya bangunan rumah dan juga gedung walet yang terlihat masih berdiri tegak di atas banjir tersebut.
Sementara itu, dari lima desa yang diterjang banjir yakni Desa Bejarau, Barunang Miri, dan Menjalin, serta Desa Tandan tersebut, sebagian sudah ada yang mulai surut. Tetapi, lainnya malah bertambah tinggi.
Tim CRT dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sudah melakukan pemantauan pada Rabu (10/1/2018). Sedikitnya ada 200 lebih rumah yang terendam banjir di lima desa tersebut. Namun hingga kini hanya beberapa buah saja yang dimasuki air hingga ke dalam rumah.
"Lebih dari 200 rumah dari lima desa yang ada di Kecamatan Parenggean terendam banjir," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sutoyo, Rabu (10/1/2018).
Pihaknya saat ini masih belum membangun tenda darurat di kawasan sekitar banjir. Karena masih melihat kondisinya beberapa hari kedepan. Kalau air tidak juga menurun, maka bukan tidak mungkin sejumah masyarakat akan dievakuasi.
"Nanti hasil survei akan kami laporkan kepada Bupati Kotim, setelah itu akan dilakukan rapat terhadap instansi terkait. Apakah nantinya perlu posko siaga banjir atau tidak, nanti akan ditentukan pada rapat tersebut," kata Sutoyo. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








