BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Label 'Palm Oil Free' atau 'No Palm Oil' yang terbiasa tertera pada kemasan produk makanan dan minuman di Eropa, diprediksi akan hilang dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
Pasalnya, komoditas minyak sawit itu bagus dan mengadopsi prinsip berkelanjutan, dan secara ilmiah juga terbukti baik, kata Pendiri dan Curiosity Officer di Competere, Dr Pietro Paganini.
"Sejauh ini tidak ada perkebunan berkelanjutan yang lebih baik dari kelapa sawit. Jadi ketika Anda berpikir untuk melarang minyak sawit, Anda salah. Yang benar adalah, Anda harus bisa membuat komoditas ini lebih baik," kata Paganini kepada Bernama di sela seminar tentang minyak sawit di Kuala Lumpur, Malaysia, awal pekan ini.
Competere, yang berbasis di Roma, Italia, adalah wadah bagi para profesional yang menghasilkan analisis dan riset untuk berinovasi dalam proses produksi dan meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan.
Paganini mengatakan bahwa sebagian besar perusahaan yang menempelkan label di kemasan produk mereka, memberikan argumen bahwa minyak sawit berbahaya bagi kesehatan konsumen.
--page
Padahal, faktanya adalah perusahaan-perusahaan itu sebenarnya tahu jika minyak sawit tidak berbahaya. Tapi akibat dari ketatnya persaingan di pasar minyak nabati, mereka membuat bingung konsumen dan langkah itu diskriminatif terhadap minyak sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)








