SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Mantan kepala SDN 4 Ruwung Buyung, Kecamatan Cempaga Hulu, berinisial MD dilaporkan atas dugaan kasus korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Laporan disampaikan Kamis (11/1/2018) ke kantor Kejaksaan Negeri Kotim.

Aktivis anti korupsi Zulkifli dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anak Borneo didampingi sekretarisnya Beni BU Jangking seusai menyerahkan laporan itu mengatakan, laporan tersebut berkaitan dengan penggunaan dana BOS pada 2017.

Dari laporan pertanggungjawaban dana BOS sekolah tersebut, ada beberapa item kegiatan yang sudah mereka klarifikasi sendiri ke pihak terkait, termasuk ke bendahara sekolah dan membuat pernyataan tidak menandatangani beberapa NCR untuk pengeluaran dana BOS.

Seperti pengadaan tong sampah, upah tebas halaman dan lapangan sekolah, belanja seng, pembayaran snack harian guru Februari, Maret April dan Mei, pergantian hardisk, upah perbaikan plafon, pengecatan ruang kelas, belanja cat, pembelian buku KTSP, upah perbaikan WC siswa dan guru, dan belanja bahan perbaikan WC siswa dan guru.

"Dari hasil klarifikasi kami dan ada pernyataan bendaharanya tidak ada tanda tangan NCR pengeluaran termasuk ke tempat pembelian buku, cap yang digunakan diduga tidak sesuai," kata Beni menambahkan.

Dalam laporan tersebut, kerugian ditaksir sekitar Rp17 juta. "Kita tidak melihat besar kecilnya kerugian, namun perbuatannya itu. Ini agar jadi catatan dan peringatan bagi sekolah lain agar tidak main-main dengan dana BOS," katanya.

Laporan tersebut diterima di bagian sekretariat Kejari Kotim, bahkan rencananya Senin mendatang (15/1/2018) pihak pelapor diminta menghadap bagian Intelijen Kejaksaan Negeri Kotim.

Sementara itu, Kepala UPT Disdik Kecamatan Cempaga Hulu, Anang Abdullah mengatakan, ia sudah mendapatkan informasi terkait laporan tersebut. Bahkan, sebagai pembina sekolah di sana ia sudah melakukan klarifikasi kepada MD yang sejak 1 Agustus 2017 lalu dinonaktifkan sebagai kepala sekolah.

"Kalau pengakuannya, penggunaan sudah sesuai petunjuk pelaksanaan, begitu juga kami kepada seluruh sekolah di sana tidak henti-hentinya mengingatkan agar mengelola dana BOS dengan baik," tukasnya.

Bahkan ia meminta agar masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan, jika memang ada kesalahan agar diselesaikan dengan melakukan pergantian. "Memang untuk dana BOS ini kami kurang tahu, karena itu masuk ke rekening sekolah," tandasnya. (NACO/B-2)