BORNEONEWS, Sampit - Seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya berkumpul di sekretariat HMI Cabang Sampit, Jalan Ahmad Yani, melakukan persiapan untuk turun ke jalan terkait penanganan kasus 2 truk zenith yang belum ada kejelasan.
Dalam pertemuan itu hadir sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat, serta adat di Kotim seperti Ketua LSM Balanga Gahara, Damang Kecamatan MB Ketapang, M Jais, tokoh adat di Kotim Dias Mantongka, Ahmad Yani, Ketua LSM Gerakan Anak Borneo Zulkifli, Sektum HMI Cabang Sampit M Kumaidi, praktisi hukum seperti Abdul Kadir dan rekan, serta elemen masyarakat lainnya.
Ketua LMS Balanga Gahara mengatakan aksi demo ini dilakukan agar pengungkapan kasus zenith senilai Rp15 miliar jelas pengungkapannya, karena sampai kini masyarakat secara luas mempertanyakannya baik itu secara langsung maupun melalui media elektronik, sosial maupun cetak.
"Kita tidak ingin kasus ini tidak sampai menyeret para bandarnya, kita ingin ungkap tuntas kasus ini jangan dibiarkan apalagi hanya pada sopirnya saja," kata Gahara membuka rapat tersebut, Kamis (11/1/2018).
Senada yang disampaikan Ahmad Yani, ia menyatakan kesiapannya perang terhadap narkoba. "Kita akan bantu aparat, kalau mau kita tunjukan rumahnya kita siap menunjukkan tempatnya," tegasnya.
Dias Manthonga juga demikian, ia secara tegas mengajak seluruh masyarakat agar memerangi narkoba terutama atas temuan 2 truk zenith sebanyak 3,7 juta butir harus digiring. "Kita sebagai masyarakat ingin aparat menangkap gembongnya, bagaimana sepakat kita," katanya dengan nada lantang.
Tokoh adat lainnya M Jais juga menekankan agar aparat segera mengungkapnya. Karena ia yakin aparat kepolisian sudah memiliki banyak pengalaman, tentu sangat tidak mungkin jika tidak bisa mengungkapnya.
"Jangan main-main dengan kasus ini, karena ini jelas ada upaya orang ingin merusak generasi kita, generasi masyarakat dayak," tegasnya.
Tidak hanya itu ia juga secara tegas agar aksi ini benar-benar dilakukan. "Jangan ada yang sampai memanfaatkannya, duit obat, narkoba duit haram," katanya disambut dukungan yang hadir. (NACO/B-5)








