PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketahanan pangan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada 2018 ini masih stabil. Meskipun, beras tidak diproduksi dari Kotawaringin Barat, pendistribusian tetap termonitor dengan baik.

Pengendalian harga beras yang didatangkan dari Pulau Jawa juga dapat terkontrol. "Untuk beras sendiri kalau menggunakan kapal didatangkan dari Cirebon, Surabaya dan Semarang. Kalau untuk darat dari daerah Anjir dan Banjar. Akan tetapi hasil pangan dari Kotawaringin Barat ada yang keluar seperti ke Lamandau dan Sukamara meskipun jumlahnya tidak seberapa," kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ida Pandanwangi, Kamis (11/1/2018).

Ida juga menjamin pasokan beras Kobar mampu memenuhi kebutuhan penduduk di Kotawaringin Barat sekitar 244.292 dan ditambah dengan pendatang. 

Pihaknya juga selalu memantau konsumsi makanan dan minuman. "Kami selalu memantau konsumsi makanan dan minuman tersebut berdasarkan jumlah, mutu, gizi dan keamanan pangannya. Sehingga untuk ketersediaan pangan di Kotawaringin Barat sendiri masih relatif bagus," ucapnya.

Begitu pula dengan pasokan ikan di Kotawaringin Barat masih berlebih dan mencukupi untuk masyarakat. (HARDI SARJITO/B-2)