PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penjagaan ketat dari Polres Kotawaringin Barat (Kobar) nampak terlihat di sekitar RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Jalan Sutan Syahrir, Jumat (12/1/2018) pagi.

Di depan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kobar yang tepat berada di seberang RSUD, sebuah mobil water canon bersiaga. Demikian juga di halaman  RSUD. Sebuah tenda kompi dan anggota Polri bersenjata terlihat sangat jelas dilokasi tersebut.

Penjagaan ketat itu berkaitan dengan tes kesehatan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati dua kabupaten yaitu Sukamara dan Lamandau yang menggelar Pilkada 2018-2023.

Tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati dari Kabupaten Sukamara yaitu Ahmad Darsoni-Mohamad Yamin yang diusung oleh PKB dan Gerindra. Kemudian, Mugeni-Daman Huri yang diusung oleh PDIP,PPP dan Nasdem. Serta, Windu Subagio-Ahmadi yang diusung oleh PKPI, PBB, Hanura, PAN dan Partai Golkar.

Sekitar pukul 07.30 WIB mereka sudah bersiap di ruang rapat lantai II RSUD untuk mengikuti kegiatan tersebut.

--page

Demikian juga empat paslon  Bupati dan Wakil Bupati Lamandau yaitu Hendra Lesmana - Riko Porwanto yang diusung Partai Golkar, Nasdem dan PPP. FX Perwiragato-Taufik Hidayat yang diusung oleh PDIP, Demokrat, Gerindra, Hanura dan PKPI. 

Kemudian, Sata Umani-Karyadi yang diusung oleh PAN dan PKB, serta calon perseorangan yaitu Taji Pranito-Gandhi Nuswantara sudah bersiap untuk mengikuti berbagai tes kesehatan ini.

Ada beberapa tes yang wajib diikuti oleh paslon peserta pilkada dalam dua kabupaten tersebut. Di antaranya adalah tes narkoba, psikologi dan ortopedhi. Khusus untuk paslon perempuan ada tambahan pemeriksaan yaitu cek kesehatan kandungan.


Terkesan Lebay
Karuan, penjagaan ketat ini menimbulkan tanda tanya tersendiri dari para pengunjung dan pasien RSUD. Seperti yang diungkapkan Amin salah seorang pengunjung RSUD. Ia mengira RSUD sedang didemo.

"Saya sempat ragu untuk datang ke RSUD. Saya kira tadi RSUD sedang didemo orang. Eh, ternyata cuma tes kesehatan paslon Bupati dan Wakil Bupati Sukamara dan Lamandau," ujarnya.

Dini, salah seorang pengunjung RSUD lainnya mengatakan ketatnya penjagaan dalam tes kesehatan kali ini terkesan lebay.

"Dulu waktu tes kesehatan calon bupati dan wakil bupati Kobar saja nggak seketat ini. Ini calon dari kabupaten lain kok malah sangat ketat, kayak menjaga orang demo saja. Lebay," ujar ibu dua anak tersebut. (WAHYU KRIDA/B-2)