HARGA saham PT Indosat Tbk langsung menguat ke level Rp3785 per lembar. Penguatan ini terjadi setelah pernyataan calon presiden (capres) nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan melakukan pembelian kembali (buyback) Indosat yang dijual semasa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, dalam debat calon presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (22/6) malam.

Dalam pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/6), nilai saham perusahaan berkode emiten ISAT itu naik 75 poin atau 2,02% dari posisi penutupan akhir pekan lalu (20/6). Sebanyak 169.700 lembar saham diperdagangkan. Dengan penguatan tersebut, ISAT turut mengerek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau. Indeks naik ke level 4,849.90.

Dalam debat capres putaran ketiga yang mengangkat tema ‘Politik Internasional dan Ketahanan Nasional’ itu Jokowi memperoleh pertanyaan dari calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto, tentang penjualan Indosat yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. “Apabila Bapak menjadi presiden, apakah akan membeli kembali Indosat atau bagaimana?” tanya Prabowo.

Dan Jokowi menjawab. “Ke depan, saya kira kuncinya cuma satu, yaitu kita buyback. Kita ambil kembali saham itu dan menjadi milik kita lagi. Oleh sebab itu, ke depan, ekonomi kita harus di atas 7 persen,” jawab Jokowi.

Indosat dinilai penting dalam mengoperasikan satelit yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak (drone). Jokowi berharap, drone bisa digunakan untuk mengawasi kepulauan dan perairan Indonesia. “Drone-nya bisa kita beli sekarang dan alih teknologinya bisa kita lakukan. Satelitnya pun bisa sekarang nebeng dulu, tapi harus ada target punya satelit sendiri pada suatu saat,” ujar mantan Walikota Solo ini.

Indosat saat ini dipimpin oleh Alexander Rusli sebagai presiden direktur dan CEO. Indosat menjadi operator seluler terbesar ketiga dengan 59,7 juta pelanggan, setelah Telkomsel dan XL Axiata, yang masing-masing memiliki 132,65 juta dan 68,5 juta pelanggan pada kuartal pertama 2014. Menyikapi pernyataan Jokowi itu, Alexander mengaku netral. “Jual beli atau akuisisi itu shareholder matter. Tugas direksi memberikan shareholder value kepada pemegang saham. Jadi, kita netral saja.” (*/B-10)