BORNEONEWS, Sampit - Kasus kematian Nur Fitri hingga kini belum menemui titik terang. Polisi tampaknya sangat hati-hati untuk membuktikan pelakunya. Selain itu, Polres Kotim masih menunggu hasil dari laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri.
"Kami masih berfokus kepada pembuktian. Alat bukti masih belum mencukupi. Kami juga masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri. Kami berharap kasus ini dapat segera diselesaikan," kata Kapolres Kotim AKBP Muchtar S Siregar, Jumat (12/1/2017).
Sebelumnya, kematian perempuan berusia 24 tahun tersebut sempat gegerkan warga Kota Sampit. Jenazahnya ditemukan di Jalan Pramuka, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu (14/10/2017) silam, sekitar pukul 05.30 WIB.
Menurut hasil visum di RSUD Murjani Sampit, korban kelahiran Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan yang berdomisili di Jalan Iskandar 18, Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaeingin Timur (Kotim) itu mengalami luka hantaman benda tumpul di bagian kepala belakang.
Kemudian, tidak temukan bekas-bekas tindak asusila dan barang berharga milik korban tidak hilang. Dan dari data yang terhimpun, AT merupakan orang terakhir bersama korban. Diketahui pula AT adalah suami korban. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








