BORNEONEWS, Muara Teweh – Di samping ekonomi dan sosial budaya, aspek lingkungan juga menjadi salah satu pilar pembangunan di Kabupaten Barito.
Pasalnya, pembangunan bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun juga dituntut memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
Bupati Barito Utara Nadalsyah menuturkan, bencana yang kerap terjadi, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan, merupakan salah satu dampak dari terabaikannya kelestarian lingkungan.
"Ini menjadi perhatian utama kita agar lebih meningkatkan upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Demikian pula masalah sampah, pencemaran air, dan kurangnya ruang terbuka hijau. Semua itu perlu mendapat perhatian untuk segera ditangani," katanya, Jumat (12/1/2018).
Bupati melanjutkan, permasalahan lingkungan hidup menjadi tanggung jawab bersama untuk menanganinya. Peran serta masyarakat juga sangat penting. "Karena hasil dan manfaatnya akan dapat dirasakan apabila kita bersama menanganinya."
Untuk itu, Bupati Nadalsyah mengintruksikan seluruh SOPD, termasuk RT, lurah, dan camat, agar secara aktif menggerakan masyarakat melakukan upaya-upaya perbaikan di lingkungan masing-masing, khususnya dalam hal pengelolaan sampah.
--page
Selain itu, seluruh instansi pemerintah harus mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, hijau, dan asri, serta mengembangkan pola kerja ramah lingkungan dengan melakukan penghematan sumber daya seperti listrik, air dan kertas.
“Kepada pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat serta media massa agar turut menyosialisasikan dan proaktif menyukseskan pelaksanaan gerakan Barito Utara Bersih juga program Adipura di Kota Muara Teweh,” kata Nadalsyah. (RAMADANI/B-3)








