BORNEONEWS, Sampit - Korban berusia 13 mengalami patah kaki kiri dan harus dirawat intensif di RSUD Murjani Sampit lantaran ikut menjadi korban kecelakaan lalu lintas bersama orangtuanya Yedius (33) dan Diana (30) di Jalan Poros Perusahaan Perkebunan Sawit PT Bakung Mas di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Jumat (12/1/2018).
"Kata dokter korban mengalami patah kaki kiri dan harus dirawat lebih intensif," ucap Unye (37) paman korban.
Sementara pasangan suami tersebut mengalami trauma berat di bagian kepala hingga menyebabkan keduanya meninggal di lokasi kejadian setelah ditabrak oleh sebuah truk perusahaan.
"Di bagian kening Yedius mengalami luka parah, sementara Diana mengalami luka di bagian kepala atas. Banyak darahnya keluar saat dibawa ke sini (RS)," lanjut Unye.
Peristiwa tersebut terjadi pada jam kerja perusahaan, saat pasutri bersama anaknya tersebut sedang berpindah blok menggunakan sebuah motor bebek warna merah hitam untuk memanen buah kelapa sawit di perusahaan.
Dari arah berlainan, datang sebuah truk dum milik perushaan dengan kecepatan tinggi dan kecelakaan pun terjadi.
"Kecelakaan ini terjadi pada saat jam kerja, sekitar pukul 8 pagi," tuturnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








