BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bergembira pada musim hujan ini karena mereka ramai-ramai cari jamur bentilung.
Jamur atau kulat bentilung punya harga yang tinggi. Kalau di pasaran harganya mencapai Rp50 ribu per kilogram. Sehingga hal itulah yang membuat masyarakat di desa tersebut berlomba mencari kulat musiman tersebut.
"Sudah beberapa hari terakhir ini kami beramai-ramai mencari kukat bentilung, dan hasilnya sangat banyak," ujar Rahmad, salah satu warga desa tersebut, Jumat (12/1/2018).
Rahmad menerangkan, dimana mereka saat ini meluangkan waktu untuk mencari jamur tersebut. Karena lagi musimnya dan juga harga dipasaran cukup mahal. Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang menggemari jamur yang dikenal dengan kelezatan rasanya tersebut.
Untuk harga sendiri cukuo bervariasi. Dimana kalau masyarakat langsung beli kepada warga dilokasi pencarian, satu kilo dhargai Rp40 ribu. Namuan kalau membeli di pasar maka akan naik menjadi Rp50 ribu per kilogram.
"Walaupun harganya mencapai Rp40 ribu, namun tetap saja habis diborong pembeli. Bahkan kami tidak sempat membawa pulang kulat tersebut," kata Rahmad.
Kulat bentilung tersebut, hanya tumbuh pada musim tertentu dan tidak dapat diprediksi kapan dan dimana tumbuhnya. Sehingga kalau sedang langka, harganya akan sangat tinggi. Rasa kulat bentilung juga lebih lezat dibanding jamur lainnya seperti jamur sawit, jamur tiram atau jamur kuping. Sehingga harganya juga lebih tinggi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








