SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keluarga  korban lakalantas di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi meminta pihak PT Bakung Mas bertanggungjawab atas meninggalnya Yedius (33) dan Diana (30). 

Selain karena kecelakaan tersebut terjadi di wilayah perusahaan dan pada saat jam kerja, pasangan suami istri (Pasutri) tersebut juga meninggalkan dua orang anaknya yang masih di bawah umur.

"Kami dari pihak keluarga korban meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan karena kecelakaan tersebut terjadi pada saat jam kerja. Anaknya juga masih kecil, siapa yang membiayai mereka nanti?," ucap Unye salah satu keluarga korban saat ditemui di RSUD Murjani Sampit, Jumat (12/1/2018).

Salah satu anak korban yang ikut serta di dalam kecelakaan tersebut sekarang masih dirawat intensif di ruang IGD RSUD Murjani Sampit lantaran mengalami patah tulang dibagian kaki kiri. 

Pasutri tersebut mengalami trauma berat di bagian kepala hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah ditabrak oleh sebuah truk perusahaan.

Keuda korban telah dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Murjani Sampit. Setelah dimandikan Jenazah pasutri tersebut akan segera dikebumikan oleh pihak keluarganya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)