SAMPIT –

 BORNEONONEWS, Sampit - Penilaian Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng) soal pelayanan yang dilakukan Polres Kotawaringin Timur (Kotim) terus menuai kritikan. Jika sebelumnya tokoh adat di Kotim, M Jais turut mempertanyakannya, kini giliran aktivis di Kotim M Sopian.

Pasalnya, sebelumnya Ombudsman menyebut penilaian pelayanan terhadap Polres Kotim itu masuk zona merah, akan tetapi keesokan harinya diklarifikasi lagi kalau Polres Kotim dapat nilai sempurna.

"Kita tidak sependapat dengan penilaian Ombudsman itu, kalau dari pelayanan biasa memang bagus, tapi yang namanya pelayanan ini dari berbagai aspek, termasuk pelayanan terhadap masyarakat," kata Sopian, Sabtu (13/1/2018).

Seperti pengaduan atau laporan masyarakat hingga pengungkapan kasus masih jauh dari yang diharapkan, mulai dari masalah tindak pidana korupsi, pengungkapan kasus narkoba hingga kasus beberapa tahun silam sampai kini tak terungkap. Ini data sejumlah kasus yang belum terungkap di Kotim yang terus jadi ingatan masyarakat hingga beberapa kali kepemimpinan Polres tidak ditindaklanjuti:

1. Kasus pembunuhan sadis terhadap kakek Alinan di wilayah Kecamatan MB Ketapang pada Agustus 2016.

2. Pembunuhan terhadap Saprudiansyah alias Udin oleh adiknya Hermansyah alias Baji pada Januari 2016.

3. Pembunuhan terhadap seorang waria bernama Anang Bahransyah alias Neneng di Jalan Walter Condrat Baamang pada Oktober 2016.

4. Penembakan satpam PT KMB Edmondus di kawasan perkebunan Kecamatan Antang Kalang, pada Oktober 2016.

5. Dugaan Pembunuhan terhadap Nur Fitri yang ditemukan tewas di Jalan Pramuka Sampit, pada Oktober 2017.

6. Kasus penemuan 2 truk zenith belum menyentuh pada gembong besar atau pemesan barang di Kotim.

7. Penetapan DPO terduga bandar zenith berisial AR dan istrinya belum terungkap?

8. Dugaan korupsi SPPD fiktif di Dinas Kehutanan Kabupaten Kotim.

9. Dugaan korupsi dana desa di Desa Tanjung Jorong.

10. Kasus penipuan bisnis dengan modus investasi jual beli karet, dengan kerugian belasan miliar rupiah dengan terlapos AS Cs.

"Masih banyak yang jadi tanda tanya kita, mulai korupsi, hingga pengungkapan kasus narkoba dan zenith masih belum menyentuh pada bandar besarnya," tegas Sopian. Bahkan menurut Sopian ia pernah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi, namun sampai kini bahkan tiga kali ia pertanyakan tidak ada titik terangnya.(NACO/B-5)

Foto: Dua truk zenith yang diamankan Polres Kotim. Ini 10 kasus yang belum terungkap, tapi Ombudsman malam memberi apresiasi kepada Polres Kotim dengan nilai sempurna.