BORNEONEWS, Buntok - Sekolah rujukan diharapkan wajib menjadi pioner di dunia pendidikan. Karena pendidikan merupakan barometer untuk kemajuan daerah.
Demikian harapan Sekda Barsel EdiKristianto kepada Borneonews, Sabtu (13/1/2018).
Sekda mengatakan, semua pihak harus memiliki perhatian yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Terutama perangkat yang ada di dalam sekolah itu sendiri.
Sebab, lanjut dia, sekolah yang telah ditunjuk sebagai sekolah rujukan oleh pemerintah pusat, yang artinya sekolah itu diyakini mampu memberi imbas positif bagi sekolah-sekolah di sekelilingnya.
“Sekolah rujukan ini berkewajiban mengimbaskan segala kemampuan, keahlian dan skillnya kepada sekolah-sekolah yang ada di sekitar. Intinya harus bisa menjadi pioner dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Barsel,” kata Edi Kristianto.
Ia mengaku bangga, karena SMAN-1 Dusun Selatan ditunjuk sebagai salah satu sekolah rujukan.
Untuk itu, ia berharapsekolah rujukan tentu harus unggul dari sekolah lain. Baik segi mutu juga sarana dan prasarananya, bahkan gurunya pun harus memiliki kompetensi yang mumpuni.
Sementara itu kepala SMAN-1 Dusun Selatan HeriPurwanto mengatakan, terwujudnya SMAN 1 sebagai sekolah rujukan tidak lepas dari kerja keras seluruh perangkat sekolah.
“Bahkan sekolah ini tak pernah melakukan pungli sama sekali terhadap para siswanya. Terbukti tidak adanya laporan ke kita oleh masyarakat maupun orang tua wali,” ucap dia.
Menurutnya, sekolah rujukan adalah sekolah yang sifatnya berbagi. Sehingga tercetuslah motto 'rela berbagi, bersama berprestasi'.
“Kami berharap sekolah rujukan yang juga sebagai taman budaya ini, ke depannya bisa optimal dalam mengemban tugas untuk memberi imbas pengetahuan kepada sekolah yang ada di Barsel. Paling tidak sekolah disekitar kami,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-5)








