BORNEONEWS, Sukamara - Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan yang rendah memicu peningkatan jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Sukamara.
"Salah satu pemicunya adalah lemahnya kesadaran masyarakat terhadap menjaga kebersihan lingkunga," ucap Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sukamara, Dr. Benson Nababan, Sabtu (13/1/2018).
Menurut Benson, masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk dan masuk endemis harus lebih ekstra dalam menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan yang nantinya bisa menjadi wadah bagi nyamuk untuk berkembang biak.
"Kebanyakan kemunculan penyakit DBD selalu dari kawasan padat penduduk, oleh karena itu kita mengingatkan agar masyarakat selalu memperhatikan kebersihan lingkungannya," pinta Benson.
Dr Benson melanjutkan, apabila ditemukan pasien yang positif DBD, maka petugas akan segera melakukan fogging fokus, juga membagikan abate di kawasan padat penduduk agar mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegepty.
"Begitu ada laporan masuk maka kita langsung bergerak untuk melakukan fogging fokus ke wilayah yang terjadi serangan DBD tersebut, ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran agar korban tidak bertambah," ujar Dr Benson Nababan. (NORHASANAH/B-2)








