MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Sehubungah dengan meningkatnya kasus Difteri di tiga provinsi yakni Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, puskesmas diminta melakukan respon cepat.

Penyakit difteri  adalah penyakit menular akut pada tonsil, faring dan hidung kadang-kadang pada selaput mukosa dan kulit. Penyakit Difteri Dapat Dicegah Dengan Imunisasi  (PD3I).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, H Robansyah mengimbau kepada kepala UPT Puskesmas se Kabupaten Barito Utara untuk mewaspadai dan mengantisipasi penyakit tersebut.

Langkah-langkah yang dilakukan yakni pertama, mewaspadai kemungkinan adanya ksus difteri di tempat kerja masing-masing. Pemeriksaan passien seyogyanya dilakukan selengkap mungkin termasuk pemeriksaan tenggorok, walaupun tidak ada keluhan khusus.

Kedua, diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan biakan spesimen positif C Diphtheriae (lakukan sweb tenggorok sebelum pemberian antibiotik) pada media loeffler. Ketiga, apabila menemukan kasus difteri, segera lapor dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Barut untuk indentifikasi kontak erat dan surveilans.

--page

Keempat, proaktif menemukan kasus lain di sekitarnya seperti rumah, sekolah, tempat penitipan anak dan sebagainya. Kelima, meminta semua orang yang kontak dengan pasien untuk datang ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan swab tenggorok, melengkapi imunisasi dan pemberian antibiotik profilaksis.

Selanjutnya, keenam, mengintensifkan penyebaran informasi atau mengadvokasi masyarakat dan perangkat pemerintahan setempat mengenai pentingnya imunisasi rutin yakni imunisasi dasar lengkap (HBO, BCG, Polio, DPT-HB-Hib, campak) pada bayi (< 1 tahun) dan melengkapi imunisasi lanjutan (DPT, DT, Td) pada setiap kelompok usia dari anak sampai dewasa. (RAMADHANI/B-2)