SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sampai saat ini ada 9 persimpangan yang terpantau melalui monitoring traffic control (MTC) yang terpusat di Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Diharapkan dengan sistem teknologi informasi tersebut angka kecelakaan dan kejahatan dapat menurun.

"Teknologi ini banyak manfaatnya, Polres Kotim mengakses melalui MTC ini terhubung langsung dengan mereka, ini sebagai upaya meningkatkan keamanan masyarakat, meningkatkan disiplin berlalu lintas," kata Fadliannor, Rabu (17/1/2018).

Ruang MTC Dishub telah memantau 9 persimpangan di wilayah Kota Sampit, antara lain:

1. Simpan HM Arsyad-Pelita
2. Simpang HM Arsyad-MT Haryono
3. Simpang A Yani-Tjilik Riwut
4. Simpang Tjilik Riwut-Pemuda
5. Simpang Tjilik Riwut-Tidar
6. Simpang A.Yani-Yos Sudarso
7. Simpang A.Yani- Letjend Sutoyo
8. Simpang MT Haryono-Suprapto
9. Simpang MT Haryono-Kapten Mulyono.

Dengan diluncurkannya program ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan, menurunkan angka kejahatan, mengurangi atau mengurai kemacetan, mempermudah pemantauan lalu linta. "Semoga di tahun berikutnya Dishub Kotim dapat membangun alat pemantau lalu lintas di ruas-ruas jalan lainnya," tukasnya.

Menurut Fadliannor, program MTC Dishub Kotim ini pertama dilakukan di Kalimantan Tengah, bahkan di daerah-daerah lain belum menerapkan sistem semacam itu. Ia sangat berharap ini bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. 

"Dari 9 persimpangan itu titik yang dapat ada sekitar 16 titik," pungkas Fadliannor. (NACO/B-5)