KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Banjir akibat luapan Sungai Katingan di wilayah Kecamatan Tasik Payawan hingga Rabu (17/1/2018) dilaporkan makin meluas.

Bahkan di wilayah Petak Bahandang Ibukota Kecamatan Tasik Payawan banjir makin meluas. Puluhan rumah di Petak Bahandang ini kebanjiran.

Jalan menuju Petak Bahandang sejak tiga hari terakhir juga masih putus, pun demikian dengan jalan dalam kota Petak Bahandang juga kebanjiran.

Camat Tasik Payawan, Pimanto mengaku jika dirinya sejak dua hari ini terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang kebanjiran, salah satunya di jalan menuju Petak Bahandang.

Menurut Camat Pimanto, banjir di wilayahnya itu saat ini semakin meluas. Pasalnya, air Sungai Katingan masih terus meluap ke permukaan.

--page

Pimanto mengatakan jika warganya sangat mengharapkan pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan ataupun penimbunan terhdap jalan menuju Petak Bahandang yang hampir setiap tahun terus terendam banjir saat musim penghujan.

Pasalnya, ruas jalan yang kebanjiran itu tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Sebab ketinggian banjir yang menenggelamkan jalan itu lebih dari satu meter, sehingga warga dan kendaraan yang akan melintasi ruas jalan ini harus diseberangkan menggunakan jasa kelotok ataupun feri penyeberngan modifikasi dengan biaya yang tidak sedikit.

"Harapannya tahun ini juga jalan menuju Petak Bahandang ini bisa dilakukan penimhunan dan pengaspalan oleh pemerintah daerah, sebab jalan itu adalah satu-satunya akses keluar masuk, dan belum ada jalan alternatif lain," ujarnya.

Dia mengimbau warga Petak Bahandang dan desa-desa lainnya di wilayahnya yang terdampak banjir agar selalu mewaspadai bencana banjir akibat luapan Sungai Katingan.

"Terutama anak-anak ya, jangan dibiarkan mandi di sungai tanpa pengawasan orangtua," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)