BORNEONEWS, Muara Teweh– Perkelahian berdarah antara Kepala Desa Ipu Askameng dan mantan kepala desa Sukarni, terjadi karena permasalahan pribadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Barito Utara, Everiady Noor, menuturkan bahwa perkelahian tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan proyek yang didanai dana desa.
“Memang perkelahian tersebut terjadi di lokasi proyek. Namun tidak ada kaitannya dengan proyek tersebut,” ujar Everiady kepada Borneonews di depan kantor Bupati Barito Utara, Rabu (17/1/2018).
Menurut dia, berdasarkan informasi yang dirinya dapat, perkelahian itu karena dendam lama masalah pemilihan kepada desa, beberapa waktu lalu. Dan di desa itu, hubungan keduanya diketahui sudah tidak baik.
Untuk menindaklanjuti perkelahian berdarah tersebut, kata dia, sudah dirembukkan oleh pihak keluarga bahwa diselesaikan secara kekeluargaan dan hukum adat. Karena kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga.
“Jadi tidak ada yang mengadukan dan diadukan,” ucapnya.
--page
Penyelesaian secara kekeluargaan dan hukum adat nantinya turut disaksikan pihak kecamatan dan Polsek.
“Yang sangat disayangkan adalah perkelahian tersebut memakai senjata tajam,” kata Everiady.
Di sisi lain, Everiady mengimbau perangkat desa di Kabupaten Barito Utara agar selalu melaksanakan kegiatan sesuai dengan aturan yang ada dan disepakati.
“Jangan dilebih-lebihkan, jangan fiktif. Bila biaya sudah ditetapkan, harus disesuaikan,” pungkasnya.(RAMADANI/B-3)








