BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah anggota koperasi plasma Pemalian Beuntung, Desa Pemalian, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengancam melakukan aksi lapangan menutup lahan plasma koperasi yang bermitra dengaan PT Wanayasa Kahuripan Indonesia (WYKI).
Bahkan surat pemberitahuan penutupan itu sudah dilayangkan kepada ketua koperasi berinisial MLN termasuk kepada pihak-pihak terkait. Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap kepengurusan koperasi.
"Rencananya kami akan melakukan aksi pada 22 Januari 2018, kami akan portal lahan plasma jika sampai saat tidak ada kejelasan," kata Pirmandi, warga Pamalian, Kamis (18/1/2018).
Menurut Pirmandi, selama ini banyak tuntutan dari mereka sejak beberapa tahun silam koperasi itu berdiri. Mulai dari menuntut hak mereka yang tidak pernah diberikan, hingga tidak pernahnya kepengurusan koperasi berganti maupun menyampaikan laporan pertanggungjawabannya.
"Kami sudah minta agar dilakukan RAT, namun sampai saat ini tidak pernah ditindaklanjuti, makanya jika tidak ada kejelasan kami akan tutup secara paksa, karena kami hanya menuntut hak kami saja, agar diberikan," tegasnya.
Pirmandi juga mempertanyakan, di mana hasil plasma selama ini kenapa oleh pengurus tidak pernah direalisasikan, padahal plasma itu sudah lama menghasilkan, namun warga tidak pernah menikmatinya. Inilah yang menjadi kekecewaan mereka selama ini. (NACO/B-5)
Anggota Koperasi Pamalian Beuntung Ancam Tutup Lahan Plasma
Bagikan:
SAMPIT –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







