KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Seruyan, ribuan warga tercatat meninggalkan "Bumi Gawi Hatantiring" pada tahun ini.

Dari periode Januari hingga Mei 2017, sebanyak 1.845 orang dengan rincian 984 orang laki-laki dan 861 orang perempuan tercatat pindah atau keluar dari Kabupaten Seruyan.

Sedangkan untuk warga pendatang sementara pada tahun ini berjumlah 819 jiwa, yaitu 433 laki-laki dan 386 perempuan.

"Alasan mereka pindah keluar dari Kabupaten Seruyan karena faktor pekerjaan," kata Kepala Bidang Pendataaan Penduduk Disdukcapil Seruyan Jober di Kuala Pembuang, Senin (3/7/2017).

Ia menjelaskan, warga yang pindah keluar ini rata-rata merupakan pekerja di perusahaan perkebunana kelapa sawit, dan bukan warga Seruyan asli. Melainkan warga dari daerah Jawa dan sekitarnya.

Menurut Jober, jumlah warga yang pindah keluar dari Seruyan pada tahun ini sepertinya menurun daripada tahun sebelumnya yang berjumlah ribuan jiwa.

"Tahun 2016 lalu jumlah warga pindah keluar sekitar 3.000-an jiwa, sedangkan pada tahun ini sementara masih ratusan jiwa," katanya.

Ia mengatakan, untuk memastikan jumlah penduduk Kabupaten Seruyan, pihaknya akan melakukan pemutakhiran pendataan penduduk yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir tahun ini.

"Rencananya akan kita laksanakan pada November atau Desember 2017 mendatang," katanya.

Pemutakhiran ini, tambahnya, bertujuan memvalidasi jumlah penduduk Seruyan yang mana datanya nanti juga untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Seruyan 2018.

"Jadi, data jumlah penduduk dari 93 desa dan tiga kelurahan akan kita print out dan kemudian kita sebarkan kembali ke desa-desa dan kelurahan untuk dimutakhirkan agar semua data kependudukan menjadi singkron," katanya. (FREDY MANSYUR HUDA/B-5)