BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan akan membuka penerimaan tenaga kesehatan kontrak yang akan dilaksanakan pada 2018.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan Mahdiniansyah mengatakan, penerimaan tenaga kesehatan kontrak terbuka untuk umum. Penerimaan tenaga kesehatan ini pun meliputi semua latar belakang profesi.
"Mulai dari perawat, bidan, apoteker, ahli gizi dan semua profesi yang berkaitan dengan tenaga kesehatan akan kita terima," katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/7/2017).
Ia menjelaskan, penerimaan ini dilatarbelakangi kurangnya tenaga kesehatan di Kabupaten Seruyan, terutama di wilayah hulu yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan, baik itu fasilitas serta tenaga kesehatannya.
Oleh karena itu, tenaga kesehatan kontrak ini rencananya akan ditempatkan di beberapa wilayah yang masih kekurangan tenaga kesehatan, terutama di desa-desa yang masih kosong tenaga kesehatannya.
"Kita akan memetakan dimana saja wilayah yang masih kosong atau kekurangan. Nanti penempatannya akan ditentukan oleh dinas," terangnya.
Menurut Mandini, sapaan akrabnya, selama dari pemerintah daerah melalui dinasnya memprogramkan satu desa satu petugas kesehatan. Jadi, di dalam satu fasilitas kesehatan desa terdapat satu orang tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, gizi dan sebagainya.
Namun, realitanya di sejumlah desa hanya terdapat satu orang tenaga kesehatan. Dimana di satu desa hanya ada perawat dan bidan tidak ada, seperti itu juga sebaliknya di sejumlah desa lainnya.
"Di daerah kita 60 persen tenaga kesehatan di desa hanya satu orang, contohnya di Desa Tanjung Rangas, Kecamatan Seruyan Hilir," ungkapnya.
Selama ini, tambahnya, kendala yang selalu menggelayuti para petugas kesehatan ini ialah tidak semua mau ditempatkan di daerah pelosok.
Para petugas kesehatan ini menghendaki setidaknya ditempatkan di daerah yang cukup dekat dengan ibukota atau terjangkau keramaian.
"Maka dari itu, program ini akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Seruyan, mengingat kedua instansi memiliki problem yang sama," katanya. (FREDY MANSYUR HUDA)








