BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Suasana duka terlihat di ruang pemulsaraan jenazah RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kamis (18/1/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.
Anggota Relawan Kotawaringin Barat (Kobar) yang hadir ditempat ini terlihat sedih pasca meninggalnya Yani Ato (6 tahun) bocah penderita gizi buruk atau marasmus beberapa saat sebelum jenazah bocah tersebut dimakamkan di Pemakaman Katolik Km 12 Jalan Ahmad Yani, Kobar.
Anggota Relawan Kobar Raudathul Jannah mengatakan meninggalnya Yani membuat seluruh anggota relawan menjadi sangat terpukul.
"Karena selama tiga minggu dirawat di RSUD, kita memiliki kedekatan tersendiri pada almarhumah Yani," jelasnya.
Padahal seluruh relawan baik yang berasal dari Kabupaten Kobar dan Lamandau yang selama ini bekerjasama merawat almarhumah Yani sangat berharap agar bocah tersebut bisa pulih dan sehat kembali.
--page
"Bahkan ada beberapa rekan kita diantaranya Indra dan Anggun sempat down. Karena Indra yang menjaga almarhumah Yani saat dirawat di RSUD dan Anggun salah seorang yang membawa almarhumah ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," jelasnya. (YUDA/B-6)








