KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Tujuh delegasi/utusan Negara Nepal belajar di Kabupaten Katingan. Mereka ingin memperdalam program generasi sehat dan cerdas di kabupaten berjuluk Bumi Penyang Hinje Simpei ini.

Sebanyak tujuh delegasi Nepal ini melakukan studi banding di Posyandu Desa Hiang Bana Kecamatan Tasik Payawan, dan Posyandu UPT Hiang Bana, Rabu (17/1/2018).

Seusai terjun ke lapangan, rombongan delegasi negara Nepal ini lantas melakukan ramah tamah dengan Bupati Sakariyas di rumah jabatan bupati malam tadi.

Dalam acara ramah tamah inim ketua tim delegasi Nepal, Jagadis Regmi menuturkan jika kedatangan mereka ke Katingan ini untuk melakukan studi banding terkait generasi sehat dan cerdas.

Pasalnya, di negaranya baru-baru ini mereka juga mendapatkan bantuan dari bank dunia. Menurutnya, selain Katingan, mereka juga bakal melakukan studi banding di Kabupaten Pulang Pisau.

--page

Bupati Sakatiyas menyambut baik kedatangan delegasi negara Nepal itu. Menurut orang nomor satu di Katingan ini, meski selama ini daerahnya sedang gencar-bencarnya membangun untuk mengejar ketertinggalan dengan kabipaten lain, terutama kabupaten induk, Kotim.

Tapi daerahnya selama ini tidak jarang dijadikan referensi oleh daerah lain, bahkan dari luar negeri, seperti negara Nepal yang jauh-jauh datang ke Katingan.

Memang, kata dia visi misi Kabupaten Katingan adalah masalah kesehatan dan pendidikan, yaitu Katingan sehat, cerdas dan terbuka. Sehingga bidang kesehatan dan pendidikan di Katingan ini mendapatkan anggaran lebih banyak dibanding bidang lainnya.

Sakariyas menuturkan, jika generasi sehat dan cerdas sebagai program yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2014 dengsn tujuan mendorong partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan atau kelompok perempuan dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, serta pemantauan.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Katingan, Kabul Mustiman menuturkan jika lokasi kunjungan delegasi Nepal ke Desa Hiang Bana itu ada beberapa tempat.

--page

"Salah satunya di posyandu, sebab posyandu pelayanan tingkat desa non rumah sakit. Yang jelas mereka ingin mengkolaborasikan kegiatan posyandu di wilayah kita itu akan diterapkan di negaranya, misalnya bagaimana posyandu untuk kesehatan ibu dan anak, ibu hamil, dan itulah yang mereka pelajari," katanya. (ABDUL GOFUR/B-6)