BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Kabupaten Seruyan melihat potensi daerah hulu yang cukup melimpah, terutama potensi pariwisata.. Namun pengembangan potensi masih menjadi wacana lantaran akses yang terkendala.
"Bagaimana potensi pariwisata di daerah hulu dapat berkembang jika akses jalannya masih terkendala," kata Bupati Seruyan Sudarsono saat mengunjungi air terjun Sahai Gantung atau air terjun Sendola di Desa Pangke, Kecamatan Seruyan Tengah.
Ia mengatakan, akses yang saat ini digunakan oleh masyarakat hulu, terutama masyarakat dari Kecamatan Seruyan Tengah menuju Kecamatan Seruyan Hulu dan sebaliknya merupakan jalan milik perusahaan pemilik izin Pengusahaan Hutan Produksi (HPH).
Jalan milik HPH ini tidak dapat memperoleh kucuran dana dari pemerintah karena jalan ini milik perusahaan. Sehingga perbaikan atau peningkatan kualitas badan jalan pun hanya mengandalkan bantuan dari pihak perusahaan.
"Oleh karena itu nanti jalan HPH ini akam kita tinggalkan dan kita akan membuat jalan baru diluar kawasan dan berada beberapa ratus meter dari tepi Sungai Seruyan," katanya.
Menurut figur nomor satu di 'Bumi Gawi Hatantiring' ini, dengan masalah akses jalan yang masih menjadi faktor utama kendala potensi pariwisata dan potensi lainnya di daerah hulu ini, maka pengembangan dan pembangunan pun akan turut sulit dilaksanakan.
"Investor pun takkan berminat jika aksesnya masih belum memungkinkan seperti ini," terangnya.
Ia menambahkan, potensi pariwisata di daerah hulu cukup melimpah. Bahkan, dengan potensi pariwisata ini juga dapat membantu mengembangkan daerah-daerah di desa maupun sekitarnya.
"Kita ada potensi air terjun yang kini sebagian sudah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Sungai Seruyan di hulu juga dapat dijadikan wisata arung jeram dengan ratusan riam yang belum pernah dicoba," katanya. (FREDY MANSYUR HUDA)








