BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bupati Seruyan Sudarsono mengungkapkan bahwa Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) yang berasal dari Kementrian Kehutanan (Kemenhut) tidak bisa dimanfaatkan dan membebani pemerintah daerah setempat.
“Terkendala aturan. Setiap tahun dana tersebutlah yang membuat beban bagi Pemkab Seruyan, karena dana DBH-DR include di APBD, “ katanya ketika menyampaikan pidato pengajuan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Gedung DPRD Seruyan, Kamis (20/7/2017).
Ia mengatakan, ratusan miliar uang DBH-DR yang tidak bisa dicairkan dan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD.
Pada 2016 saja, Silpa APBD mencapai Rp238 miliar, sebagian besar berasal dari dana DBH-DR. Dana ini akhirnya menjadi beban, ada di APBD tetapi tidak bisa digunakan, dan ini juga yang membuat serapan anggaran tidak bisa lebih dari 85 persen.
“Ini kan semakin membengkak, semakin tahun semakin bertambah, tapi penggunaannya sangat sulit. Jadi ini membuat beban pengguna anggaran, dananya masuk terus tapi kita tidak bisa menggunakan,” terangnya.
Orang nomer satu di 'Bumi Gawi Hatantiring' ini menjelaskan, petunjuk teknis (Juknis) penyerapan dana untuk reboisasi hutan sangat ketat. Sehingga secara tekhnis Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten kesulitan melaksanakannya.
Persoalan lain, katanya, review data dan peta lahan kritis yang disusun oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kahayan sebagai salah satu referensi penyusunan perencanaan belum jelas, sehingga berpengaruh terhadap pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Undang-Undang (UU) Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) juga menjadi kendala kegiatan RHL di tingkat kabupaten, karena aturan tersebut menjadikan kegiatan RHL sebagai kewenangan pemerintah provinsi.
“Padahal Kegiatan RHL sangat penting untuk dilakukan, terutama di wilayah Seruyan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan, itu juga dilakukan untuk menjamin terjaganya daya dukung, produktivitas dan peranan dalam mendukung sistem penyangga kehidupan,” katanya. (FREDY MANSYUR HUDA)








