SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Selama ini banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memiliki kebun durian. Bahkan buahnya sudah dijual ke sejumlah kabupaten tetangga hingga keluar Kalimantan Tengah (Kalteng. 

Kebun tersebut berada di Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga, Kotim. "Di sini tiap tahun panen, dan kami sudah sering didatangi para tengkulak dari luar daerah," ujar Budi Sinar (32), pedagang durian yang buka lapak di tepi Jalan Tjilik Riwut, Desa Luwuk Ranggan, Kamis (18/1/2018). 

Pohon durian yang mereka tanam ada beberapa jenis, yakni durian otak udang, mentega, dan juga waluh. Ini membuat durian di daerah tersebut jadi sebuan masyarakat luar daerah dan juga kabupaten tetangga. 

Pembeli, kata Budi, tidak hanya orang Kotim saja. Namun ada juga yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Barat. Bahkan pengepul yang datang dari Kabupaten Katingan juga membeli durian di desa tersebut. 

"Baru beberapa hari ini ada pengepul dari Kasongan, Kabupaten Katingan membeli durian sebanyak 1000 buah. Dan itu tidak hanya sekali saja, namun sudah sering dengan jumlah buah paling sedikit 200 buah," kata Budi. 

--page

Para pengepul itu membeli di tempat tersebut untuk dijual kembali ke sejumlah daerah lainnya. Dan hal itu terjadi sudah sejak setahun belakangan ini. 

Selain itu, banyak juga orang keturunan negara China yang membeli dengan jumlah banyak. Buah tersebut akan dikirim ke pulau jawa untuk oleh-oleh keluarganya. 

"Kalo orang China sering beli di sini juga. Biasanya mencapai 50 buah  hingga 100 buah. Untuk dikirim ke pulau jawa," ungkap Budi. 

Selain itu, ada juga pengepul yang langsung memborong ke kebun mereka. Dimana mereka akan membeli seluruh pohon yang banyak buah duriannya. 

"Kalau dari Katingan biasanya mereka memborong buah yang masih di pohonnya," ungkap Budi. 

--page

Saat ini di Kotim sendiri sudah memasuki musim panen buah durian. Dan banyak masyarakat sekitar yang membuka lapaknya untuk berjualan buah tersebut di tepi jalan. Dan hasilnyya sangat besar, hingga hal itu cukup membantu perekonomian mereka. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)