MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Perkelahian dengan senjata tajam antara Kades Ipu Askameng (47) dan Sukarni (47), mantan Kades Ipu, Kecamatan Lahei menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

 

Pasalnya tragedi ini dapat menggangu jalannya pemerintahan di desa setempat, sebab perlu waktu hingga Kades benar-benar sembuh dari luka yang dialaminya.

 

Sekertaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Jainal Abidin mengatakan persoalan jalannya pemerintahan di Desa Ipu, nantinya akan dibahas secara bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) serta Pihak Kecamatan Lahei.

 

Menurutnya, roda pemerintahan di Desa Ipu harus tetap dapat berjalan dengan baik.

 

“Saya akan segera menghubungi Camat Lahei agar dapat mengumpulkan aparatur Desa Ipu. Harus ada penugasan untuk melaksanakan tugas kdes ini, paling tidak ada yang bisa mewakili,” ujar Sekda Jainal, Kamis (18/1/2018).

 

--page

Pihaknya akan mengkaji aturan, apakah nantinya melakukan pengangkatan PJ Kades atau seperti apa, sebab kemungkinan penyembuhan sakitnya memakan waktu yang agak lama.

 

Disampaikan, untuk penanganan perkara perkelahian ini ditangani oleh pihak kepolisian. Sementara untuk Pemkab Barito Utara dalam hal ini membeckup penanganan kesehatan kedua korban di RSUD Muara Teweh, serta mencegah terjadinya konflik yang berkelanjutan.

 

“Camat juga sudah dihubungi untuk menangani itu, dan untuk mencegah konflik di rumah sakit perawatan terhadap kedua korban dipisah di bangunan gedung yang berbeda, yakni salah satu korban menjalani perawatan di lantai atas bangunan rumah sakit yang baru, sementara satunya lagi di rawat di gedung lama. Sebab kemarin kedua belah pihak masih bersitegang, baik antara korban yang masih sakit maupun pihak keluarganya,” katanya.

 

Dalam persoalan antara Kades Ipu dan mantan Kades ini, Sekda juga mendorong agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun mengenai ranah hukum yang harus dilalui, pihaknya tidak dapat mencampuri mengenai hal tersebut. (RAMADHANI/B-6)