BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dalam rangka merancang pengembangan pariwisata di Seruyan, Bupati Sudarsono menelusuri sejumlah potensi wisata di wilayah Kecamatan Seruyan Tengah, Seruyan Hulu dan Suling Tambun selama beberapa hari lalu.
"Potensi wisata yang pertama kita kunjungi adalah air terjun Bahal, di Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah," katanya, Senin (1/8/2017).
Ia mengatakan, lokasi air terjun di Seruyan Tengah hanya berjarak 2,5 kilometer dari Ibukota Kecamatan Seruyan Tengah tersebut, dan tempat tersebut merupakan lokasi wisata yang cukup dikenal masyarakat setempat.
"Kita juga melakukan kunjungan bersama Putra Putri Pariwisata (Papipar) Seruyan dan mendatangi air terjun Sahai Gantung, di Desa Pangke, Kecamatan Seruyan Tengah," katanya.
Ia menjelaskan, air terjun Sahai Gantung berjarak sekitar 2,5 jam dari Rantau Pulut. Potensi objek wisata dengan air terjun kembar yang dikelilingi hutan alami yang masih terjaga keasriannya itu terletak tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Pangke dan berada tidak jauh dari jalan poros antar kecamatan.
Dari Sahai Gantung, rombongan bertolak ke Kecamatan Suling Tambun untuk melihat air terjun Tumbang Langkai yang memiliki ketinggian lebih dari 10 meter itu.
Menurut Bupati, air terjun ini memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri di wilayah paling hulu Kabupaten Seruyan tersebut. Pasalnya, berawal dari air terjun inilah warga setempat kemudian menamai Desa Tumbang Langkai yang kini menjadi Ibukota Kecamatan Suling Tambun.
"Air terjun Tumbang Langkai juga dimanfaatkan untuk Listrik bertenaga air atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)," terangnya.
PLTMH bertenaga 250 KVA bantuan dari Kementrian Enegri dan Sumber Daya Mineral (ESMD) itu disebut-sebut sebagai PLTMH terbesar di Kalteng yang pernah dibangun dan cukup untuk mengalirkan listrik ke dua desa di sekitar Tumbang Langkai.
Usai menjelajahi air terjun, Bupati dan rombongan kemudian meneruskan perjalanan mengarungi riam dari Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu menuju Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah. Jarak tempuh dua kecamatan ini melalui jalur air menggunakan speedboat sekitar 2,5 jam.
"Setidaknya, terdapat 15 riam kecil dan besar di jalur yang dilalui speedboat ini. Dari jumlah itu, ada tiga riam besar yakni Riam Gading, Riam Kajaya dan Riam Pauh," ungkap orang nomor satu di Bumi Gawi Hatantiring tersebut.
Objek wisata Tangga Batu di Desa Tangga Batu, Kecamatan Seruyan Tengah pun tidak luput dari penelusuran setelah mengarungi riam-riam yang direncanakan menjadi wisata arung jeram itu. Batu-batuan yang membetuk anak tangga dan berada di bantaran Sungai Seruyan itu memiliki nilai historis yang panjang dan unik sekaligus menyimpan cerita-cerita mistis karena menurut cerita masyarakat, Putri Junjung Buih pernah tinggal di sekitar wilayah ini.
"Putri Junjung Buih juga dinilai memiliki pengaruh terhadap penamaan beberapa desa di bantaran Sungai Seruyan seperti nama Desa Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau dan nama Desa Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh. Bahkan, dulunya ketika orang berfoto disini, fotonya sering tidak nampak, tidak kelihatan fotonya,” katanya. (FREDY MANSYUR HUDA)








