PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Kalteng bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng, Laboratorium Prodia Palangka Raya, Unit Transfusi Darah Kota Palangka Raya, dan berbagai pihak bertekad mencegah serta menanggulangi HIV/AIDS.

Tekad itu diejawantahkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis (18/1/2018). Dengan MoU itu, pihaknya siap menemukan kasus HIV/AIDS baru, khususnya di daerah yang sulit dijangkau.

Wakil Ketua KPA Kalteng yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suprastija Budi mengatakan, setiap tahun penderita HIV/AIDS selalu meningkat. Tapi di Kalteng masih rendah, berkisar 2-3%.

"Kalau di Kalteng, penularan kebakaran melalui seks," kata Suprastija.

Ia menuturkan, seseorang yang terkena HIV positif, bisa diobati. "Tapi tidak menyembuhkan. Artinya virus dalam tubuh tidak bisa hilang tapi bisa dikendalikan. Sehingga mereka bisa hidup normal dan produktif," ungkapnya.

--page

Mencegah HIV bisa dilakukan dengan cara menahan diri tidak melakukan seks bebas. Kemudian bersikap saling setia pada pasangan, melakukan hubungan seks menggunakan kondom, dan hindari pengguna jarum suntik narkoba secara bergantian.

"Jadi jangan takut sama HIV/AIDS. Kita berjabat tangga, pelukan tidak apa-apa. Karena penularan melalui seks dan jarum suntik," sebutnya.

Bagaimana cara mengetahui tertular HIV?

Pertama, lakukan tes HIV di klinik atau rumah sakit terdekat. Kedua, bila menyadari perilaku beresiko. Melakukan tes HIV adalah tindakan yang bertanggung jawab, bijaksana, dan tepat.

Kemudian orang HIV positif tidak bisa dilihat dari penampilan fisik. Oleh sebab itu, ajaklah pasangan untuk melakukan tes HIV. (BUDI YULIANTO/B-3)