BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Seruyan menyebutkan bahwa masih banyak penderita gangguan jiwa dan tersebar di sejumlah kecamatan. Bahkan beberapa diantaranya terpaksa dipasung oleh pihak keluarganya.
"Sekitar 73 orang penderita gangguan jiwa yang tersebar di sejumlah kecamatan yang berhasil didata oleh Dinsos, dan dari jumlah tersebut, sedikitnya ada 20 orang penderita keterbelakangan mental yang masih dalam kondisi terpasung," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Seruyan Mujiyem di Kuala Pembuang, Senin (25/9/2017).
Ia mengatakan, penderita gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung oleh pihak keluarga masih cukup banyak, dari jumlah penderita gangguan jiwa yang dipasung, enam di antaranya sudah kita lepas dan ditangani secara medis ke rumah sakit di Palangka Raya dan Sampit, Kotawaringin Timur.
Ia menjelaskan, masih banyaknya penderita gangguan jiwa yang dipasung terjadi karena ketidaktahuan masyarakat bahwa gangguan jiwa sebenarnya dapat diobati atau dipulihkan apabila mendapat penanganan secara benar.
Kemudian, berdasarkan keterangan dari keluarga penderita gangguan jiwa, mereka terpaksa memasung karena anggota keluarga yang mengalami gangguang jiwa dianggap telah meresahkan warga sekitar, seperti berjalan-jalan keluar rumah tanpa mengenakan busana atau merusak barang orang lain sehingga keluarga tidak ingin disalahkan.
“Bahkan tidak sedikit yang menganggap, anggota keluarga yang sakit jiwa sebagai aib, karena itu mereka melakukan pemasungan atau isolasi,” terangnya.
Ia menambahkan, meski penderita gangguan jiwa di “Bumi Gawi Hatantiring” tergolong cukup banyak. Namun, penanganan terhadap warga penderita gangguan yang dipasung merupakan salah satu prioritas untuk mendukung program pemerintah Bebas Pasung 2019.
Dinsos bekerjasama dengan sejumlah instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara bertahap mulai melakukan penanganan terhadap warga yang dipasung.
“Kita terus melakukan pendekatan-pendekatan agar pihak keluarga mau memberi pengobatan terhadap anggota keluarga yang kondisinya dipasung, dan bagi yang tidak mampu akan kita bantu melalui Program Keluarga Harapan (PKH),” katanya. (FREDY MANSYUR HUDA)







