SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara Ahmad Dirman mengatakan, pembangunan jalan penghubung di Kecamatan Jelai tidak tuntas. Pengerjaan awalnya ditargetkan selesai pada 2017.

"Sebenarnya tahun 2017 lalu pembangunan jalan harus sudah selesai, ini harapan kita. Dananya juga sudah siap," ucap Ahmad Dirman, Jumat (18/1/2018).

Lanjutnya, penyebab gagalnya pengerjaan itu lantaran faktor cuaca yang tidak mendukung. Sehingga pengerjaan terhambat. Timbunan pengerjaan tergerus ke laut terbawa air hujan. 

"Karena di penghunung tahun kemarin, tiga bulan sebelum Desember 2017 hujan terus. Sehingga menggangu proses pengerjaan," terang Dirman. 

Dirman mengatakan, karena faktor tersebut, dana pembangunan jalan di Kecamatan Jelai dialihkan untuk pembangunan lainnya. Dan apabila dipaksakan hasil pun tidak akan maksimal. 

--page

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukamara Kantet Sri Waluyo mengatakan, proses pengerjaan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. 

Yakni dilakukannya penggilasan tanah terlebih dahulu meskipun timbunan tanah belum maksimal. Sebab pihaknya mengkhawatirkan tanah yang ditimbun akan dibawa air hujan ke sungai.

"Kita juga sudah pernah melakukan peninjauan bersama BPK. Dari pantauan, penimbunan memang terkendala cuaca," ucap Kantet. (NORHASANAH/B-11)