BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa hari terakhir ini, para pengguna media sosial terutama facebook di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digemparkan dengan adanya grup komunitas gay Sampit. Hal itupun menuai protes sejumlah kalangan.
Bahkan, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin Sampit Ustaz Ahmad Rayan Zihdi Abrar mengatakan, lebih baik kaum penyuka sesama jenis atau Lesbi, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) di daerah ini segera bertaubat.
"Segeralah bertaubat, sebelum terlambat. Karena yang dilaknat Allah itu bukan hanya kaum kalian saja. Namun seluruh umat terkena dampaknya," ujar Ahmad, Jumat (19/1/2018).
Ia menjelaskan, tidak ada satupun firman Allah ataupun hadist yang memperbolehkan penyuka sesama jenis. Bahkan Allah ta'ala berfirman dalam surah Al-A'raaf ayat 81. "Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian kepada mereka, bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas."
Dengan firman tersebut disebutkan bahwa penyuka sesama jenis merupakan kaum yang melampaui batasan yang halal hingga beralih pada perkara yang haram. "Sehingga tidak ada satu pun perbuatan sesama jenis dihalalkan. Bahkan kaum Nabi Luth Alaihissalam yang melakukan perbuatan sodomi dilaknat Allah hingga diturunkan hujan batu," terang usataz tersebut.
--page
Tidak hanya dari ayat Alquran tersebut saja. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad 2915 dari Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhuma, bahwa Nabi Muhammad bersabda,
"Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth, Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth, Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti kaum Nabi Luth."
Dimana nabi menyampaikan hingga tiga kali. Sehingga dengan hadist tersebut bahwasanya seseorang yang dilaknat Allah, berarti dimurkai olehnya dan dijauhkan dari rahmatnya.
Dengan adanya hal itu, maka segeralah para kaum penyuka sesama jenis untuk bertaubat. Jangan sampai terlambat hingga membuat Allah murka dan menurunkan bala ke dunia ini.
Ia melanjutkan, dalam setiap diri manusia sebenarnya ada sudut kebaikan yang sangat berpotensi membawa ke arah yang baik. Namun terkadang orang tersebut tidak mengetahui dan bingung di mana letak setetes kebaikan dalam diri itu.
--page
Maka tidak heran jika manusia saat ini banyak yang terlihat kebingungan menyikapi jalan hidup dan memilih pilihan hidupnya sendiri. Bahkan tak sedikit yang berputus asa sehingga hal yang di luar kebiasaan dan fitrah manusia mereka lakukan hingga mereka anggap sebagai hal yang biasa dan benar, termasuk menyukai sesama jenisnya.
Orang-orang yang telah terlanjur berbuat hal seperti LGBT tersebut, bukan tidak mungkin mendapatkan pintu ampunan dari Allah yang maha pemurah.
"Bahkan mereka akan bisa masuk surga, bila mana mereka benar-benar bertaubat dan menyesali kesalahan yang telah mereka lakukan dengan sebenar-benarnya taubat, yakni taubatan nasuha. Jika memang telah demikian, marilah buang sifat atau kebiasaan yang salah tersebut. Ganti perbuatan lumrah dengan fitrah kita sebagai manusia yang beradab," harap Ahmad Rayan. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








