BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (BLU RSUD) Lamandau tahun 2017 lalu meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan, peningkatannya mencapai dua kali lipat.
"PAD RSUD Lamandau tahun 2016 mencapai Rp3,6 miliar, sedangkan di tahun 2017 lalu meningkat hampir dua kali lipat, yakni sebesar Rp6,8 miliar," ungkap Direktur RSUD Lamandau, dr Jozeb HF Rumouw di ruang kerjanya, Jumat (19/1/2018).
Jozeb menyebut, dengan kondisi tersebut pencapaian PAD RSUD Lamandau di tahun 2017 lalu mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena selain meningkat hampir dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya, pencapaian tersebut juga secara otomatis melampaui target PAD yang ditetapkan.
"Sebetulnya target PAD yang ditetapkan untuk tahun 2017 itu Rp6 miliar, tapi realisasinya malah lebih, yakni Rp6,8 miliar, kondisi ini tentu sangat kami syukuri," ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Kesahatan Lamandau itu juga menyebut, peningkatan PAD di tahun 2017 lalu tidak terlepas dari adanya peningkatan kunjungan (pasien) yang disertai dengan upaya RSUD dalam memaksimalkan pelayanan. Terutama pascapengelolaan RSUD diubah menjadi Badan Layanan Umum sejak awal 2017 lalu. (HENDI NURFALAH/B-2)








