PURUK CAHU –


BORNEONEWS, Puruk Cahu - H Mulyar Samsi, salah seorang bakal calon Bupati Murung Raya (Mura) yang gagal maju karena tidak memenuhi minimal dukungan parpol Jumat (19/1/2018) sore mendatangi Panwaslih setempat karena mengaku jadi korban mahar politik oleh oknum di Gerindra.

Kedatangan Haji Mulyar yang sempat digadang berpasangan dengan Tafruji pada Pilkada Mura tersebut bertujuan melaporkan dugaan adanya mahar politik oleh oknum Gerindra Kalteng dan dirinya mengaku yang dirinya menjadi salah satu korbannya.

Kedatangan Mulyar saat itu diterima Ketua Panwaslih Mura H Rudi Hartono bersama sejumlah anggotanya lainnya. Usai menyampaikan laporan Mulyar kepada awak media mengatakan bahwa ia sebenarnya tidak mempermasalahkan soal uang yang sudah disetor ke oknum tertentu.

Akan tetapi ia merasa tersinggung bahwa ada oknum di Gerindra Kalteng  yang menyebut dirinya tidak punya cukup uang untuk memenuhi mahar agar dapat dukungan maju pada Pilkada Mura.

"Saya jujur saja sudah memberikan uang sebesar Rp400 juta dari total permintaan Rp1 miliar untuk 2 kursi yang ada di DPRD Mura. Namun itu bukan masalah,yang saya tersinggung saya dibilang tidak cukup uang sehingga tidak didukung Gerindra," kata Mulyar.  

--page

Padahal, ketika ia sudah menyatakan siap maju, maka sudah sangat siap lahir batin hingga pendanaan. Sehingga dugaan adanya mahar politik tersebut dilaporkan kepada Panwaslih agar ditindaklanjuti. 

Pada saatnya, imbuh Mulyar, ia akan melengkapi semua persyaratan pembuatan laporan bersama bukti bukti sebagaimana permintaan Panwas.

Sementara, Ketua Panwaslih Mura Rudi Hartono mengatakan, pihaknya telah myerahkan syarat pembuatan laporan dan menerima kedatangan langsung H Mulyar tentang laporan dugaan mahar politik yang menuding melibatkan oknum Gerindra tersebut.

"Nantinya laporan akan diproses dan dilimpahkan ke Sentra Gakumdu," janji Rudi.

Rudi mengatakan, kepada pihaknya H Mulyar mengaku ia gagal mencalon di Pilkada Murung Raya 2018 karena tak mendapat perahu untuk mendaftar dan padahal telah menyetor uang Rp400 juta untuk dua kursi pada oknum di Partai Gerindra.(RISKI RIVALDO/B-5)