NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Setelah di 2017 lalu berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar dari target yang ditetapkan, Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Lamandau kembali menargetkan peningkatan PAD di 2018 ini, yakni minimal Rp8 miliar.

Hal tersebut seperti katakan Direktur RSUD Lamandau, dr Jozeb HF Rumouw, saat dikonfirmasi Borneonews, Sabtu (20/1/2018).

"Tahun lalu (2017) PAD kita (RSUD) mampu melampaui target yang ditetapkan, dari target Rp6 miliar capaiannya di angka Rp6,8 miliar," katanya.

Atas dasar itu, Jozeb menargetkan di 2018 PAD RSUD Lamandau minimal mampu mencapai angka Rp8 miliar. "Tahun (2018) ini kita naikkan angkanya, minimal di angka delapan milyar rupiah lah," ujar dia.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Lamandau itu juga menyebut, target PAD minimal sebesar Rp8 miliar di 2018 bukanlah hal yang mustahil. Karena peluang untuk mewujudkan hal tersebut dinilai sangat terbuka.

--page

Terlebih lagi jika dilihat dari kesiapan pelayanan kesehatan RSUD yang ditopang dengan adanya penambahan jumlah tenaga medis, khususnya dokter spesialis.

"Dulu (2017) dokter spesialis di sini kan hanya satu orang, kemudian di akhir tahun ada penambahan tiga (orang). Nah, untuk 2018 ini kita sudah rencanakan akan ada 10 dokter spesialis yang bertugas, makanya kita optimis jika penambahan jumlah dokter spesialis ini akan sangat membantu peningkatan pelayanan, sedangkan adanya peningkatan pelayanan secara otomatis jumlah kunjunganpun bertambah, pendapatan juga meningkat," ujarnya.

Meski begitu, Jozeb juga memastikan bahwa sesuai dengan fungsinya RSUD tentu tidak semata-mata mengejar provit, melainkan tetap mengutamakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Namun, dengan telah dijadikannya RSUD sebagai BLU (Badan Layanan Umum), organisasi RSUD kian mandiri dan semakin profesional, artinya peningkatan pelayanan secara otomatis akan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan," tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-5)