BORNEONEWS, Palangka Raya - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar).
Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan dibuka di Pusat Pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), Jalan RTA Milono, Km 3,5, Kota Palangka Raya, Sabtu (20/1/2018).
Para pemuda NU pun antusias mengikuti pelatihan kedisiplinan dan kebangsaan itu. Tercatat sebanyak 66 kader NU calon anggota Banser terlibat sebagai peserta.
Tidak hanya hanya pemuda Ansor, sejumlah perempuan dari Fatayat juga ikut. Mereka merupakan kader yang dididik menjadi calon Fatayat Serbaguna (Fatser). Jumlahnya delapan orang.
Pelatihan ini menjadi angkatan pertama pada 2018 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor. Rencananya, dalam setahun ini akan dihelat Diklatsar beberapa angkatan lagi, termasuk Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).
Ketua PWNU Kalteng Habib Said Fauzi Zain Bachsin berharap, pascalulus dari Diklatsar Banser, para pemuda Ansor dan Fatayar NU harus berubah sikap, pola pikir, serta tingkah laku.
--page
Pemateri dan pelatih didatangkan dari unsur instruktur nasional. Ketua panitia Agus Agang mengatakan, para calon Banser diberikan materi dalam dua sesi yakni di kelas dan praktik. Untuk pelatih, berasal dari para instruktur yang telah bersertifikat dari Diklat Suspelat serta TNI dan Polri.
"Di mana untuk materi kelas terdiri dari ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, bela negara, serta kepemimpinan," katanya.
"Sedangkan materi praktik meliputi PBB, tata upacara Banser, teknik pengamanan dan lalu-lintas. Mereka kita gembleng agar menjadi kader NU yang militan. Mereka juga kita persiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin NU masa depan," sebut instruktur nasional Heri. (ROZIQIN/B-3)








