KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemkab Seruyan akan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pertanian dan perkebunan, terutama dalam menampung melimpahnya produksi pisang kepok di wilayah setempat.

"Kini kita sedang merancang peraturan daerah tentang pembentukan BUMD Pertanian ini," kata Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan Djainuddin Noor, belum lama tadi.

Pembentukan BUMD bertujuan menampung melimpahnya produksi pisang kepok yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang notabene merupakan sentra produksi pisang kepok terbanyak di Seruyan, seperti Desa Kartika Bhakti dan Bangun Harja.

Saat ini pemda sedang menyusun draf rancangan perda mengenai BUMD tersebut. Diharapkan nantinya raperda ini bisa disetujui DPRD, sehingga para petani dan juga daerah bisa dapat meraih pendapatan daerah dari melimpahnya produksi pertanian tersebut.

Menurut Djai, sapaan akrabnya, adanya BUMD ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk melindungi para petani dari gejolak harga yang selama ini bisa dikatakan tidak stabil, sehingga dengan adanya BUMD ini nantinya para petani tidak usah khawatir lagi mengenai pemasaran hasil pertaniannya dan turun naiknya harga di sejumlah tangkulak.

--page

"Nanti harga pisang kepok akan kita tentukan yang pasti tidak merugikan petani," ungkapnya.

Selain itu dengan adanya BUMD ini nantinya bisa menjadi solusi untuk petani dalam memperoleh modal dalam bertani sementara menunggu hasil pertanian. "Maka dari itu nantinya BUMD ini akan kita tunjuk pengelolanya agar dapat berjalan sesuai harapan pemerintah daerah dan masyarakat," katanya.

Mukidi (54), petani pisang kepok di Desa Bangun Harja menyatakan sangat setuju dengan adanya BUMD. Apalagi BUMD itu nantinya salah satu usahanya menampung hasil pertanian pisang kepok.

Saat ini harga pisang kepok tidak stabil sehingga dengan adanya BUMD diharapkan dapat membuat harga pisang kepok lebih baik. Harga pisang kepok saat ini berkisar dengan harga Rp1.200 per kilogram, dimana harga ini kadang naik dan kadang turun tanpa diketahui dengan jelas alasan harga tersebut tidak stabil.

"Kita saat ini masih berharap dengan tengkulak untuk membeli hasil pertanian pisang kepok kita,” ujarnya.

Desa Bangun Harja merupakan salah satu penghasil pisang kepok yang besar yang ada di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, sehingga sudah selayaknya adanya BUMD untuk membantu petani dalam menjual hasil pertaniannya. "Kami mendukung dibentuknya BUMD semoga rencana pemda bisa terlaksana secepatnya,” ucapnya. (FREDY MANYUR HUDA/B-5)